Makna pasrah sepenuhnya kepada Allah mencakup beberapa hal sebagai berikut :
-
Meyakini Allah Maha Mengatur
Semua yang terjadi tidak lepas dari ilmu dan kehendak Allah. Rezeki, jodoh, kesehatan, dan ujian berada dalam kuasa-Nya. -
Tetap Berikhtiar
Islam mengajarkan usaha terlebih dahulu. Muhammad pernah mengajarkan:“Ikatlah untamu, lalu bertawakallah.”
Artinya manusia tetap wajib berusaha, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah.
-
Ridha terhadap ketentuan Allah
Ketika hasil tidak sesuai harapan, hati belajar menerima bahwa mungkin Allah sedang menjaga, menguji, atau menyiapkan sesuatu yang lebih baik. - Tidak berlebihan dalam rasa takut dan cemas
Tawakal membuat hati lebih tenang karena sandaran utamanya adalah Allah, bukan semata manusia atau keadaan. - Sudah belajar maksimal untuk ujian, lalu berdoa dan menerima hasil dengan lapang.
- Sudah bekerja keras mencari nafkah, tetapi tetap yakin rezeki datang dari Allah.
- Saat menghadapi masalah, tetap berusaha mencari jalan keluar sambil memperbanyak doa.
Contoh sederhana:
Pasrah yang benar melahirkan:
- Ketenangan,
- Sabar,
- Syukur, dan
- Hati yang tidak mudah putus asa.
Sedangkan pasrah yang keliru adalah meninggalkan usaha dengan alasan “sudah takdir”. Islam tidak mengajarkan kemalasan atau menyerah sebelum berikhtiar.
