حدثنَا الخَليلُ بن اَحمد حَدثَنَا ابنُ مُعَاذ حدثنا حسين المَروَزِي حَدَثنا ابو مُعاوية الضرير عَنِ الاَعمش عن المُنهال بن عَمرو عَن البراء بن عَازِب قال خَرَجنَا مَعَ رسولِ اللّٰه صَلَى اْللّٰهُ عَلَيْه وَسَلَم في رَجُلٍ من الانصار،،،،
Telah menceritakan pada kami Kholil bin Ahmad, telah menceritakan pada kami Ibnu Mu'adz, telah menceritakan pada kami Husain Al-marwazi telah menceritakan pada kami Abu Muawiyah Addorir dari A'masy dari Munhal, dari Amr dari Al-Barro bin Azib. Al-Barro berkata :
"Suatu hari kami keluar bersama dengan Rosululloh ﷺ, untuk mengiringi jenazah salah seorang sahabat dari golongan anshor.
,فَانتَهَينَا اِلٰي القَبرِ وَلَم يُلْحَدْ بَعدُ . فَجَلس النبي صَلَى اْللّٰهُ عَلَيْه وَسَلَم وَجَلَسنَا حَولَهُ فَكَأنَّ عَلٰي رُؤُوسِنَا الطَّيرُ وَفي يَدِهِ عَودٌ يَنكِتُ بِهِ اَلارضَ يعني يحفِرُ بِهِ الاَرضَ فَرَفَعَ رَأسَهُ فقال اِستَعِيذوا بِاللّٰهِ من عَذَابِ القبرِ مَرَّتَينِ اَو ثَلَاثَةً
Akhirnya sampailah kami ke pemakaman, namun saat itu liang lahat belum selesai di gali. Sambil menunggu galian selesai, Beliau pun duduk , dan kami duduk di sekeliling beliau.
Dan tiba-tiba di atas kepala kami serasa seperti ada burung terbang , (mungkin itu suara malaikat jibril yang datang). Dan di tangan beliau terlihat sepotong ranting. Dan beliau nampak mengoreh-ngoreh tanah dengan ranting tersebut. Lantas beliau berkata :
"Kalian semua, mohonlah perlindungan pada Alloh dari azab kubur*."
Beliau ﷺ pun mengulangi perkataannya dua atau tiga kali waktu itu.
ثُمَّ قَالَ اِنَّ العَبدَ المؤمِنَ اِذَا كَانَ في اقبَال منَ الاٰخِرَةِ وانقطَاعِ الدنيَا نَزَلَتْ اليهِ مَلَائكَةٌ بِيضُ وُجُوهِهِم كَالشمْسِ وَمَعَهم كَفَنٌ مِنَ الجَنَّةِ وَحَنُوطٌ من حُنوطِ الجَنَّةِ فَيجلِسُونَ مَدَّ البَصَرِ ثُمَّ يَجِئُ مَلَكُ المَوتِ حتّٰي يَجلِسُ عَندَ رٖاسِهِ . فَيقول ايَّتُهَا النفسُ المُطمَئِنَّة اُخرُجِي اِلٰي مَغفِرَةِ اللّٰه وَرِضوَانِهِ
Kemudian Beliau ﷺ berkata : "Sesungguhnya , seorang hamba yang mukmin ketika ia akan kembali menuju akherat dan putus hubungan dari duniawi, akan turun para malaikat yang sinar wajahnya seperti matahari. Dan mereka membawa kain kafan dari sorga (untuk membungkus ruh hamba tersebut), dan mereka juga membawa minyak cendana dari sorga.
Lantas mereka duduk menunggu , dan barisan mereka nampak sejauh mata memandang.
Kemudian datanglah sang pimpinan, Malaikat maut, yang kemudian duduk di dekat kepala orang mukmin tersebut. Lantas malaikat maut berkata :
"Wahai jiwa yang tenang, keluarlah kamu, untuk menuju ampunan dan keridhoan Alloh swt."
قال صَلَى اْللّٰهُ عَلَيْه وَسَلَم فَتخْرُجُ وَتَسِيلُ كَمَا تَسِيلُ القِطْرَةُ منَ السَقاءِ فَيَأخُذُونٖهَا فَلَا يَدعُونَهَا في كَفِّهِ طَرفَةَ عَينٍ حَتّٰي يَأخذونَهَا في ذٰلِكَ الكَفَنِ والحَنوطِ فَيخْرُجُ منهَا كَاَطْيَبِ نَفخَةِ مسكٍ وُجِدَت علي وجهِ الارضِ فَيصعَدُونَ بِهَا ..... ،
Rosululloh ﷺ melanjutkan : "Setelah malaikat maut menyuruh ruh agar keluar, maka ruh pun mengalir keluar , seperti mengalirnya tetesan air di dalam wadah yang di tuangkan. Lantas para malaikat pun memegangi ruh yang keluar dan dengan cepat kilat atau sekejap mata, mereka meletakkan ruh tersebut di kain kafan dan cendana yang telah disiapkan .
Kemudian dari bungkusan kain kafan itu keluar aroma seperti aroma kasturi yang paling harum yang pernah di temukan di muka bumi.
Akhirnya para malaikatpun membawa ruh mukmin tersebut naik ke langit...,
فَلَايَمُرُّونَ بهَا عَلٰي مَلَأٍ مِنَ المَلَائكَةِ اِلَّا قالوا مَا هٰذِهِ الروخ الطيّبة فيقولونَ رَوحَ فُلَان بن فَلَان بِاحسَنِ اسمائهِ
Maka tidaklah mereka melewati serombongan malaikat , kecuali para malaikat itu akan berkata :
"Ruh siapa yang amat harum ini.?"
Mereka menjawab : "Ini adalah ruhnya si fulan bin fulan ibnul karim." Mereka menyebutkan namanya dengan sangat baik.
Azab kubur adalah siksaan atau hukuman di alam barzakh (alam kubur) akibat dosa dan perbuatan maksiat semasa hidup. Siksa ini mencakup himpitan kubur, disempitkan hingga tulang rusuk bersilangan, hingga diperlihatkan tempat di neraka.
