Download Aplikasi SantriLampung.

Ibadah ini Penentu diterimanya Ibadah lain

Sahabat saklarjiwa rohimakumullah; Tiap tiap satu amal ibadah, apakah itu berupa perintah atau larangan Allah, memiliki hubungan atau keterkaitan satu dengan yang lain sebagai satu bagian. walau pun dari segi fadhilah (keutamaan) dan balasan memiliki ganjaran pahala sendiri sendiri. Tetapi dari seluruh ibadah itu, ada satu ibadah yang menjadi  " tolak ukur atau standar "aturan"  bagi Allah sebagai syarat agar ibadah-ibadah yang lain bisa di akui & di terima.

Ibadah tersebut merupakan ibadah kunci,  apabila ibadah kunci atau penentu ini tidak ada atau ia nya tidak di jaga sehingga menyebab kan ia nya di tolak, maka ibadah-ibadah lain nya bisa menjadi sia sia.

Apabila hubungan antara ibadah-ibadah tersebut di gambarkan sebagai hubungan antara anggota-anggota tubuh pada badan Manusia,  maka ibadah kunci tersebut kedudukan nya bagaikan "Kepala" pada badan manusia. Walaupun seorang manusia tidak memiliki satu di antara anggota tubuh nya seperti tangan, misal nya. Orang tersebut akan tetap di anggap atau di sebut sebagai "manusia",  yaitu sebagai manusia yang cacat. Begitu juga bila tidak memiliki kaki, mata dan sebagainya, tetap di anggap manusia, tetapi dengan julukan si pincang, si buta, si tuli, si botak dll. 

Tetapi bagaimana bila seseorang itu tidak punya "kepala", leher ke atas putus?  maka ia tidak akan di anggap sebagai manusia, tapi mayat atau hantu kalau ia bisa berjalan, dan orang-orang akan pada lari ketakutan bila bertemu.

Apabila hubungan antara ibadah-ibadah tersebut di gambarkan sebagaimana hubungan antara gerbong-gerbong sebuah Kereta api,  maka ibadah kunci tersebut kedudukannya bagaikan Lokomotifnya. Walaupun kereta api tidak memiliki satu di antara gerbongnya, seperti gerbong barang, misalnya. Kereta api tetap bisa berfungsi dan berjalan sampai ke tujuan. Bahkan kalau pun seluruh gerbong tidak ada atau rusak, kereta api tetap masih dapat berjalan sampai ke tujuan selama masih ada lokomotifnya. Tetapi apabila yang namanya lokomotif tidak ada atau rusak, maka gerbong-gerbong yang lain tidak akan bisa berjalan sendiri untuk sampai ke tujuan.

Secantik atau semewah apapun seluruh gerbong, apabila kereta api tidak dilengkapi degan lokomotif maka tidak akan ada penumpang yang mau naik.

Begitulah posisi atau kedudukan  "ibadah kunci" itu dibandingkan degan ibadah-ibadah lainnya.

Ini adalah kasih sayang Allah kepada hamba-hambaNya, sehingga dengan satu ibadah saja bisa menyebab kan ibadah-ibadah lainnya diterima, walau pun belum sempurna,..... dan ibadah penentu itu namanya adalah SHOLAT.

Sholat adalah amal ibadah yang pertama sekali akan di periksa atau di hisab dari pada amal amal yang lain.

Apabila sholatnya baik,maka seluruh ibadah-ibadah lain seperti, puasa, zakat, sedekah, haji, baca Al qur'an, zikir  dan sebagainya akan di anggap baik & diterima. Tetapi apabila amalan sholatnya rusak & di tolak, maka amal-amal lainnya juga akan turut di tolak.

Sayyidina Uman bin khattab Ra. juga berkata, "Bahwa perkara yang beliau pandang sangat penting dalam agama adalah perkara sholat". 

Apabila seseorang menjaga sholatnya maka ia akan menjaga amalan amalan lainnya. Tetapi apabila ia menyia-nyiakan sholatnya maka ia akan menyia-nyiakan amalan-amalan lainnya.

Walau pun seseorang itu tidak hebat dalam puasa, tidak ahli dalamm zikir, tidak rajin dalam bersedekah, tidak pandai dalam membaca Al qur'an, Tetapi pabila ia menjaga sholat, maka ia akan memiliki jaminan simpanan dan kekayaan di dunia & akhirat.

Lalu apalagi yang mau di tunggu dalam kehidupan ini, bila seseorang selalu menunda-nunda untuk sholat;

  1. Kalau menunggu usia tua, banyak orang sudah berusia tua, tapi tidak di karuniai Allah degan kekuatan untuk sholat,
  2. Kalau menunggu kaya, banyak orang yang sudah kaya, tapi tidak juga sholat,
  3. Kalau menunggu sukses, banyak orang yang sudah sukses, tapi tidak mau sholat.
  4. Kalau kita belum kuat dan belum bisa istiqomah untuk mengerjakan sholat, maka belajar lah, bergaul dan selalu dekat dengan saudara-saudara kita yang senantiasa mengajak & mengingat kan kita dalam hal ibadah sholat.

Ingatlah selalu bahwa ketika Rosulullah hendak wafat beliau hanya mengingat ummatnya dan mengingatkan untuk melaksanakan shalat. Akhirnya semoga hasanah ini memotivasi kita semua untuk semangat mengerjakan sholat bagaimanapun keadaannya. Barokallohu fiy kum.

Alumni Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
 
Membelai Jiwa

Ads by Google Pasang Iklan Klik Disini
Daftar Baca :
Sαƙʅαɾ Jιɯα - ⓢⓤⓑⓐⓡⓓⓘ.ⓒⓞⓜ Developed by Jago Desain