Download Aplikasi SantriLampung.
  • Bertaqwalah! sebab kita tidak tahu akan hidup sampai esok atau tidak.
    - Sauqi
  • Tafakurlah! temukan bekal untuk dibawa mati, kehidupan setelah mati Lama sekali.
    - Gusmuluk
  • Hisablah dirimu, Sebelum dihisab oleh Allah Taala. Hitung dosamu, bayangkan siksamu.
    - Hadits
  • Mati bukan untuk ditakuti tapi untuk disiapi, disikapi dengan ketaatan.
    - Mbah kholil
  • Dunia hanya beberapa saat, tidak terasa, tinggalkan kenangan yang baik.
    - saklarjiwa
KULTUM RAMADHAN

You may want to read this post:
  • Pitutur luhur
  • Ujian Setelah Hijrah
  • 2 Kunci Sukses

2 Kunci Sukses

3 min read
   14767    5281    14791

Setiap orang ingin berhasil dalam menggapai keinginannya. Setiap mukmin selalu menginginkan kesuksesan hidup di dunia dan akhirat.

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.  (QS 28:77).

Dan keberhasilan tersebut perlu suatu ujian  untuk membuktikan bahwa kita telah berhasil. Hal ini sama seperti seorang murid SD. Agar dapat naik kelas maka perlu mengikuti tes atau yang dikenal dengan UAS (Ujian Akhir Semester). Jika dapat melewati ujian tersebut, maka anak tersebut akan naik kelas.

Kehidupan kita tidak jauh beda dengan ujian bagi seorang anak SD. Allah SWT memberikan cobaan dalam setiap langkah kehidupan untuk memastikan hamba mana yang memiliki amal terbaik.

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. (QS 67:2)

Waktu Ujian

Ujian dalam hidup dimulai semenjak waktu baligh sampai nanti waktunya berpulang ke Rahmatulloh. Setiap fase umur memiliki cobaan yang berbeda. Seorang remaja harus bisa memilih teman dan pergaulannya. Ketika sudah menikah, seorang suami harus bisa mencari nafkah yang halal dan melindungi keluarganya. Ketika sudah tua, seorang kakek harus sabar dengan penyakit yang dideritanya. Semua ujian tersebut harus dihadapi dengan mengharap ridho Allah SWT.

Bahan Ujian

Bahan ujian itu ada disekitar kita seperti suami/istri, anak, keluarga, teman, dan tetangga. Selain itu, harta kekayaan dapat menjadi bahan ujian kita.

Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS 3:14)

Sifat Ujian

 
Ngopi Ngolah Pikiran

Ads by Google Pasang Iklan Klik Disini
  • Salah kaprah tentang ngidam
  • Istri yang Shalihah

Sifat ujian dapat dalam kondisi susah dan senang. Kebanyakan orang menidentikkan ujian dengan kesusahan. Jika tidak mendapatkan rezeki yang cukup atau sedang ditinggal yang dicintai maka dianggap sebagai ujian dari Allah SWT. Tapi ujian dengan kesenangan sering tidak dipedulikan walau  biasanya ujian dengan kesenangan lebih sulit.

Sebagai contoh, orang yang hidupnya pas-pasan, maka dia akan membelanjakan uangnya untuk kebutuhan pokok seperti beli beras, sayur dan lauk sederhana. Jika orang memiliki uang yang lebih bisa jadi dia akan membeli makanan yang mahal untuk memuaskan nafsu bahkan bisa jadi membeli makanan yang haram. Terkadang yang dibeli adalah keinginan untuk caper saja.

Demikian juga orang yang memiliki paras yang tampan atau cantik maka akan berprofesi sebagai artis yang malah menjerumuskan kedalam kehidupan penuh glamour, terjerat narkoba dan gagal dalam berkeluarga.

Kunci Jawaban

 Betapa mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya. Jika datang kepadanya kesenangan dia pun bersyukur. Maka hal itu baik baginya. Jika datang kepadanya kesusahan dia pun bersabar. Maka hal itu pun baik baginya. Dan tidaklah hal itu didapatkan kecuali oleh orang mukmin. (HR. Muslim)

Layaknya hidup seperti perputaran roda, maka ketika Allah SWT memberikan kelonggaran maka selayaknya seorang hamba untuk bersyukur dengan menjaga nikmat yang diberikan dan berbagi dengan orang lain. Hikmah dari bersyukur adalah tidak merasa sombong dengan apa yang dikaruniakan Allah SWT. Segala kesuksesan hanya Allah SWT yang mengatur.

Katakanlah: Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 3:26)

Sebaliknya, kesusahan dalam hidup harus dihadapi dengan kesabaran dan keyakinan bahwa akan ada hikmah besar dari suatu musibah. Sifat sabar dicerminkan dengan tidak menyalahkan orang lain sebagai penyebab kesusahan tetapi justru melakukan muhasabah terhadap diri sendiri sebagai penyebabnya. Kesabaran akan dibalas oleh Allah SWT dengan pengampunan atas dosa yang telah lampau. Rasulullah SAW bersabda:

Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya (HR. Bukhari no. 5641).

Sebagai penutup, inti dari menjalani hidup adalah menghadapi segala ujian yang diberikan Allah SWT. Dan kunci jawabannya adalah selalu bersyukur dan bersabar.

Daftar Baca :
  • Dzikir ini Setara Sedekah 100 Kuda
  • Sentuhan Jiwa
  • Wahai Anakku engkau adalah Harapan


 

Blogger and WriterCreator Lampung yang masih harus banyak belajar.

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam.
Sαƙʅαɾ Jιɯα - ⓢⓤⓑⓐⓡⓓⓘ.ⓒⓞⓜ Developed by Jago Desain