Ensiklopedi Mas Muluk™

Pengantar mencapai Pencerahan Jiwa.

1 2 3 4

Pintu Nafsu


Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk belajar di Ensiklopedi Mas Muluk - Pengantar Mencapai Pencerahan Jiwa. Semoga mendatangkan manfaat yang banyak. amiin.

AYO! BAGIKAN :


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Pasang Iklan hub. 0857 681 888 39 Hanya Rp.250,-/hari
Setelah Iblis menguasai manusia secara ruhani, ia disebut Setan. Iblis, semula tidak tahu bagaimana ia dapat menggoda Adam . Namun setelah Hawa diciptakan, Iblis kemudian berspekulasi dengan menggunakan muslihat dengan menggunakan minat Adam pada Hawa pada kecantikan dan kebendaannya.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).(QS 3:14)

Sebuah pintu terbuka. Itulah pintu nafs yang muncul setelah ruh suci ditiupkan ke dalam jasad biologis Adam.

Karena esensi Iblis & Jin dari api, maka ia hanya bisa menyusup ke esensi manusia yang halus yakni nafs yang banyak berurusan dengan badan, kepemilikan, kebodohan, cinta/kebencian, dll. Targetnya menguasai akal manusia (sesuatu yang tidak dimilikinya) dengan menguatkan daya khayal dan angan-angan (ilusi dan delusi) pada MATERI dan menguatkan RASA TAKUT PADA KETERBATASAN FISIK MANUSIA (UNSUR ASAL MATERINYA) seperti kemiskinan, takut tidak mendapat jabatan, dan lain-lain. Jadi Iblis sebenarnya menggunakan pemahaman dasarnya yang menjadikannya sombong bahwa “ia dari api bukan tanah” – ia menggunakan perbandingan yang bersifat keduniawian dan materialistik.

Akal dan pikiran adalah potensi strategis manusia yang dinisbahkan oleh Allah SWT untuk membedakannya dengan makhluk lainya. Manusia adalah citra kesempurnaan-Nya, maka dengan akal dan pikirannya, manusia semestinya (bahkan menjadi fitrahnya) untuk mampu mengenal dirinya dan mengenal Tuhannya. Iblis baru tahu hal ini kemudian manakala Adam menguasai asmaa-kullahaa (QS 2:31-33). Jadi ia harus menguasai akal dan pikiran manusia melalui nafs yang paling rentan, yaitu melalui daya khayal dan angan-angan yang secara inheren sebenarnya ada di dalam setiap manusia. Ketika ia mengintip firman Tuhan,

Dan Kami berfirman: "Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim.(QS 2:35).

“Jangan dekati pohon itu…” menyiratkan makna perintah dan larangan Allah, menyiratkan peribadahan manusia, ia mengetahui suatu celah untuk mempengaruhi Adam dan Hawa. Dan nafs adalah pintu masuknya. Dari nafs ia merasakan esensi dirinya, api yang membakar. Dengan menguasai potensi khayal dan angan-angan ia berharap lebih jauh lagi untuk berusaha menunggangi pengetahuan manusia. Maka, setiap manusia yang dikuasai nafs ammarah, esensi keapiannya, dilamarnya dengan maskawin kesombongan & ketakaburan (kebodohan) dan iri & dengki (kebencian).

Setelah akal terkuasai, aneksasi Iblis terhadap Jiwa atau nafs manusia melahirkan Setan yang mempunyai modus operasi canggih dengan menjadi pembisik di hati manusia yaitu was-was dihati (QS 114:4-5). Maka, secara jasmani Iblis maujud di alam nyata sebagai Setan yang dapat muncul dari golongan manusia dan jin (QS 6:112). Dengan kata lain, muncul manusia dengan sifat-sifat yang satanik alias Dajjal yang matahatinya buta. Ia jauh lebih jahat dari Iblis yang aslinya Jin, dan dalam bentuk demikian obsesi lamanya yang anti-Tuhan (Tidak menauhidkan) terwujud ke alam nyata. Dari sinilah semua petaka muncul di dunia.

Tipu daya selanjutnya adalah penguasaan tahap kedua setelah upayanya menyesatkan manusia berhasil dengan menguasai akal. Kemudian, Setan membangun benteng yang kuat untuk memenjarakan akal dan ruh manusia yang sejati. Ia menabiri manusia dengan benteng materi : keinginan, hasrat, kemaksiatan , kekayaan, kekuasaan yang semuanya kan membangkitkan karakter dasar bapaknya yaitu Iblis dalam bentuk kebodohan terselubung dengan kepandaian manusia yaitu ilmu pengetahuan.

Namun, untuk bisa menguasai senjata andalan manusia ini, ia harus menguasai konsep pengetahuan manusia. Ia harus menyesatkannya, sesesat-sesatnya, tetapi tidak terlalu mencolok. Maka melalui beberapa keturunannya, Iblis memerintahkan raja-raja, filosof, ilmuwan, seniman, dan anak cucu lainnya yang ateis untuk membuat konsep tentang pengetahuan. Lahirlah kemudian pandangan yang sepintas terlihat benar yaitu konsepsi manusia tentang alam semesta yang dikatakanya : alam semesta adalah kontinuum ruang-waktu, alam semesta adalah materi belaka.

Iblis berkata, “harus sesuatu yang lebih lemah dari aku, dan materi itu lemah, maka biarkan saja bahwa alam semesta sekadar materi belaka, ada begitu saja (karena aku tidak tahu bagaimana kejadiannya) , sehingga aku yang yang api dapat menjadi tuhan mereka yang mempercayainya.” Begitulah Iblis menanamkan pemikiran primordialnya kepada anak cucunya yang menjadi kaum ateis.

Dari sini kemudian lahir filosofi kehidupan seperti materialisme-ateisme, hedonistis, dan filosofi lainnya yang mengumbar hawa syahwat yang membawa manusia kepada kemusnahannya sendiri. Saling memakan, saling menjajah, saling cakar-cakaran, saling berzinah, dan lain-lainnya. Sumpah Iblis untuk menyesatkan anak cucu Adam mulai mewujud. Tetapi belum sepenuhnya terwujud karena ada para Rasul, Nabi, Wali, dan cerdik cendikia yang lebih sadar akan diri kemanusiaannya mereka memberikan petunjuk kepada manusia. Maka Iblis pun semakin menjadi-jadi kebenciannya. Ia pun kemudian menelusup kedalam semua aspek yang dimiliki manusia, namun sejatinya tidak ia miliki. Kemudian ia menuduh bahwa semua itu syair belaka, mimpi yang diada-adakannya (QS 21:5).

Ia menyusup ke dalam cinta kasih yang melahirkan kaum Nabi Luth dan berkembang menjadi hedonisme seksual lainnya :homo seksualitas, lesbianisme, dan seks bebas lahir dari sini.

Dan (ingatlah kisah) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu sedang kamu melihat (nya)?"

Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)".(QS 27:54-55)

Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (QS 2:221)

Sebagian mudah dikelabui dengan cinta model Iblis yang tanpa norma. Namun, sebagian lagi sulit ditipu. Maka iapun menggunakan akal pikiran para penyair, kaum gnostis, agamawan dan yang lainnya. Lahirlah syair-syair yang menyesatkan seolah menggambarkan bahwa “Dirinya adalah Pecinta Sejati Tuhan Yang Esa”. Ketika Iblis berhasil mengelabui manusia melalui jalur olah kata dengan cinta yang sebenarnya esensinya tidak ia ketahui, maka sebagian dari manusia pun tersesat (QS 26:224). Namun sebagian lagi tidak mudah dikelabui oleh tipu daya Iblis yang halus itu (QS 26:227).

Banyak sekali tipu daya yang dilakukan Iblis yang sudah menanamkan benih-benih setan ke dalam akal pikiran manusia, setelah konsepsi tentang pengetahuan alam semesta disusupi, setelah para penyair ditipu daya dengan olah kata, setelah para pecinta pun disesatkannya, nampaknya daya upayanya tidak pernah berhenti. Bahkan sejatinya tidak akan berhenti sampai akhir zaman seperti sumpahnya dulu. Dalam suka dan duka manusia, maka ia akan berusaha menyusup, dengan terang-terangan maupun tipu muslihat yang manusia pun tidak sadar kalau itu tipu muslihatnya. Maka iapun kemuidan menyusup kepada “kemanusiaan”, suatu konsep yang sejatinya ingin mengembalikan manusia ke jalan yang lurus. Namun, karena iblis sudah menguasai akal pikiran, konsep pengetahuan, olah kata dan bahasa, cinta dan birahi, maka ia dengan mudah menggunakan bala tentaranya itu untuk membelokkan konsepsi “kemanusiaan” menjadi konsepsi “ego” dirinya.

Dengan tertawa puas nampaknya ia sudah bisa membelokkan jalan manusia menuju Tuhan. Ia sudah mampu membuat rambu-rambu yang menyesatkan. Tapi, kenapa masih saja ada manusia yang beribadah dan menyembah-Nya. Apa yang salah? Ya, pasti ada yang salah pada sepak terjangnya yang menjerumuskan anak-anak Adam dan Hawa. Itulah qolbu yang ternyata tidak sepenuhnya ia kuasai. Disana ia tidak mampu menembus sesuatu yang sudah inheren ada pada manusia yakni hati nurani. Temannya dulu, si malaikat suka bersemayam disana membisik-bisiki manusia tentang dosa, tentang yang baik dan jahat, tentang kisah Iblis yang durhaka, dan tentang Tuhan yang menghukumnya.

Qolbu adalah jalan masuknya, tetapi ternyata juga benteng terakhir manusia untuk menghanguskannya, melumpuhkannya. Qolbu dengan senjata ampunan dan tobat, ketaqwaan, keimanan, istiqamah, ikhlas, ridha, cinta, tauhid dan yang lainnya ternyata susah sekali ditaklukkan dengan penuh. Tuhan berfirman,

Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya).

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat. (QS 15:41-42)
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Ensiklopedi Mas Muluk dengan judul Pintu Nafsu. Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Ensiklopedi Mas Muluk™
REFRENSI : Ensiklopedi Islam, Khazanah Islam, Islam Menilai, Islam Menjawab, Remaja Muslim, Persepsi Islam, Menggapai Iman, Tangga Taqwa, Pencerahan Jiwa, Al Ijma', Fatwa, Fiqih, Fiqh Islam, Lintas Agama, Memahami Aturan Main, Iman, Qiyas, Islam, Ihsan, Perkawinan, Konsep Sakinah, Perceraian, Ilmu Hukum, Budaya Islam, Ilmu Teknologi, Sejarah Islam, Lintas Pelajar, Ilmu Nujum, Ilmu Hadits, Membangun Budi Pekerti, Pengantar Menuju Pencerahan Jiwa, Tafsir, Cahaya Islam, Tafakkur, Islamkan Budaya Baru, Menuju Syurga, Teknologi Islam, Mencari Jawab, Ilmu, Manfaat Ilmu, Strategi Berfikit, Ilmu Sosial, Gejala Sosial dan Pengkajiannya, Ilumu Hukum, Nasehat, Motivasi, Aqidah. Al Qur'an, Al Qur'an dan Tafsirnya, Terjemah Shahih Muslim, Hadits Qudsi, Mukhtarul Ahadits, Wawasan Al Qur'an, Mukjizat Al Qur'an, Risalah Qusyairiyah, Sejarah Hidup Muhammad saw, Muhammad Rasulullah juga Manusia Biasa, Hamka Berkisah tentang Nabi Muhammad saw, Akhlaq Islam, Akhlak Suci Nabi yang Ummi, Sepuluk (10) Hari-hari yang berkesan dalam hidup Rasul, Akhlak Keluarga Muhammad saw, Pokok-pokok Ajaran Islam, Fatwa Kontemporer, Soal Jawab berbagai Masalah Agama, Al Ghazali menjawab 40 Soal Islam abad 20, Nahwa Al-Islami Al-haq buhutsun fiy AlQur'an Alkarim tadli'u Haqiqat Al-Islam, Ringkasan Ikhya' Ulumudin, Wasiat Imam Ghazali, Keajaiban Hati, Dibalik Ketajaman Mata Hati, Metode Menjemput Maut, Hikmah-hikmah Luqmanul Hakim, Nahjul Balaghah, Mutiara Nahjul Balaghah, Wacana dan Surat-surat Imam Ali ra, Pintu-pintu menuju Tuhan, Mi'raj Ruhani, Pengenalan diri dan Dambaan Spiritual, Kuliah Ma'rifat, Pesan-pesan Spiritual Ibnul Qayim, Terjemah Nashaihul Ibad, Renungan tentang Umur Manusia, Waktu Nafas yang takkan Kembali, Risalah Tauhid, Ahlullah, Lentera Hati, Lautan Hikmah, Lorong-lorong menuju Taqwa, Mahligai Taqwa, Mengurai Tanda Kebesaran Allah swt, Menapak Jalan Spiritual, Meraih Cinta Ilahi, Jalan Ruhani, Puncak Ruhani Kaum Sufi, Misykat Cahaya-cahaya, Jejak-jejak Ruhani, Kuliah Tauhid, Islam - Sistem Nilai Terpadu, Renungan Surat Alfatihah, Muatan Cinta Ilahi dalam Doa doa Ahlul Bayt, Tasawuf Modern, Tasawuf dan politik, Gerak-gerik Allah, Renungan-renungan sufistik, Reformasi Sufistik, Islam Aktual, Islam Alternatif, Mutu Manikam dari Kitab Alhikam, 14 Manusia Suci, Manusia Sempurna, Khalifah Rasulullah, Karakterstik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah, Menuju Persaksian, Menggapai Ridla Ilahi, Mencari Keridlaan Allah, Manusia-manusia Cermin, 14 Cara mempertajam keyaqinan, Menumpas Penyakit hati, Sabar kunci Bahagia, Sakit mengingatkan Iman, Kehidupan di Alam Barzah, Haji, Haji- Sebuah Perjalanan Air Mata, Pengalaman Unik Jamaah Haji, Surat dan Kenangan Haji, Cara Mudah Naik haji, Perjalanan Menuju Islam, Berbondong-bondong Masuk Islam, Kiat memilih Jodoh menurut AlQur'an dan Sunnah, Kesurupan Jin dan Cara Pengobatannya secara Islami, Sihir dan cara pengobatannya secara Islam, Kecerdasan Emosional, Kiat Membesarkan Anak yang memiliki Kecerdasan Emosional.
Disadur dari berbagai sumber terpercaya - Dipublikasikan oleh: Kholil Khoirul Muluk dan Husnul Munafi'ah - Ensiklopedi Mas Muluk™ Didonaturi dan didukung oleh Banyak pihak | ucapan Terima kasih Kepada : Bpk. Subardi, Ibu Ismini (Alm), Fatimah Khoirunnisa', Uswatun Khumairokh, Nur Kholis Humaidi, Khomsatun (Halimatus Sya'diyah), Muhammad Jamal Abdul Nasir (Muhammad Awang) - Bbk. Mujiono dan Ibu Syarifah, - Ny. Dra. Nina Purwantini, Ny. Nani Partini SH (Ny. Nani Antono), Kombes Pol Yuli Antono Dipl T, Apiek Yudana Antono SH, dan Atiek Yudani Antono ST. serta Sahabat The Cloud. semoga Ampunan Allah senantiasa terbuka luas untuk kalian semua orang-orang baik, dan semoga kebaikan-kebaikan kalian semua dalam berpartisipasi membangun Ensiklopedi Mas Muluk - Pengantar Mencapai Pencerahan Jiwa menjadi Fahala yang kelak di ganti Syurga oleh Allah. amiin.
1 2 3 4
Informasi Lowongan Pekerjaan Indonesia | Terbaru
Recent Post no Thumbnail by Tutorial Blogspot